Konsep Dasar dan Penerapan IP Adress dalam Jaringan Komputer

Artikel

Konsep Dasar dan Penerapan IP Adress dalam Jaringan Komputer

MOH. ADIB ZAKI IQBAL

Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

adibzaki1945@gmail.com

IP Address adalah alamat identifikasi komputer/host/perangkat yang terhubung dalam jaringan, berlabel numerik, terdiri dari 32 bit angka biner yang ditulis dalam 4 bilangan desimal dan dipisahkan dengan tanda titik (.), mulai dari 0.0.0.1 sampai dengan 255.255.255.255. IP address terdiri dari 2 bagian yang menjadi fungsi dasarnya, yaitu:

  1. Host ID sebagai alat identifikasi host atau antarmuka pada jaringan

Kita bisa menggunakan analogi nama orang yang melekat pada masing-masing individu yang berfungsi untuk mengenali siapa orang tersebut. Begitulah fungsinya host ID yaitu sebagai identitas host untuk mengenali host yang terhubung pada jaringan tersebut.

  • Network ID sebagai alamat lokasi jaringan

Kita bisa menggunakan analogi alamat rumah yang menunjukkan keberadaan lokasi kita. Untuk memudahkan pengiriman paket data, maka IP address memuat informasi keberadaannya. Ada rute yang harus dilalui agar data dapat sampai ke komputer yang dituju.

  1. KELAS IP ADDRESS

Tingginya pertumbuhan jumlah komputer yang terkoneksi ke internet menyebabkan kebutuhan IP Adress pun meningkat. Untuk mempermudah proses pembagiannya, IP address harus dikelompokan ke dalam kelas-kelas sehingga IP address mampu mengidentifikasi banyak anggota jaringan. IP address dibagi ke dalam kelas-kelas yang dibedakan berdasarkan network ID dan host ID. Network ID adalah bagian dari IP address yang menunjukkan lokasi jaringan komputer tersebut berada. Sedangkan host ID menunjukkan seluruh host TCP/IP yang lain dalam jaringan tersebut. Perbedaan pada tiap kelas tersebut adalah ukuran dan jumlahnya.

  1. Kelas A

IP Address yang terdiri dari 8 bit untuk network ID dan 24 bit untuk host ID, sehingga IP Address kelas A ini digunakan untuk jaringan dengan jumlah host sangat besar.

Rentang IP: 1.x.x.x – 126.x.x.x.

Contoh: 10.1.1.52

Angka 10 berada dalam rentang 0 – 127, sehingga termasuk dalam kelas A.

  • Kelas B

IP Address yang terdiri dari 16 bit untuk network ID dan 16 bis untuk host ID, sehingga IP address kelas B digunakan untuk jaringan dengan jumlah host tidak terlalu besar.

Rentang IP: 128.1.x.x – 191.255.x.x

Contoh: 160.161.76.13

Angka 160 berada dalam rentang 128 – 191, sehingga termasuk dalam kelas B

  • Kelas C

IP Address yang terdiri dari 24 bit untuk nework ID dan sisanya 8 bit untuk host ID, sehingga IP address kelas C digunakan untuk jaringan berukuran kecil. Kelas C biasanya digunakan untuk jaringan Local Area Network atau LAN.

Rentang IP: 192.0.0.x – 223.255.255.x

Contoh: 193.10.20.25

Angka 193 berada dalam rentang 192 – 223, sehingga termasuk dalam kelas C.

Selain ketiga kelas IP Address di atas, terdapat pula kelas IP Address D dan E, namun kedua kelas ini tidak digunakan untuk alokasi IP secara normal tetapi digunakan untuk IP multicasting dan untuk eksperimental. Oktat pertama untuk IP Address Kelas D berada pada range 224 – 239 dan untuk IP Address Kelas E berada pada range 240 – 255. Lalu apakah yang disebut dengan IP Private dan IP Public?. 

IP Private adalah IP yang biasanya digunakan dalam jaringan yang tidak terhubung ke internet atau bisa juga terhubung ke internet tapi melalui NAT. Untuk menghubungkan dua jaringan pribadi/private dimungkinkan dengan bantuan router atau perangkat serupa yang mendukung Network Address Translation. Alamat IP Private/Pribadi biasa digunakan untuk jaringan pribadi seperti rumah, sekolah dan LAN bisnis di bandara dan hotel yang memungkinkan komputer dalam jaringan untuk berkomunikasi satu sama lain. IP ini digunakan atau dibuat sendiri oleh adminstrator untuk mempermudah pengaturan IP di setiap komputer tanpa harus meregistrasi setiap IP pada komputer tersebut.

Internet Assigned Numbers Authority (IANA) telah mereservd tiga blok berikut ruang alamat IP untuk jaringan pribadi (jaringan lokal):

Kelas A : 10.0.0.0 – 10.255.255.255 (Total Addresses: 16,777,216)

Kelas B : 172.16.0.0 – 172.31.255.255 (Total Addresses: 1,048,576)

Kelas C: 192.168.0.0 – 192.168.255.0 (Total Addresses: 65,536)

Contoh penggunaan IP Private adalah  jika jaringan X terdiri dari 10 komputer masing-masing dapat diberikan IP mulai dari 192.168.1.1 ke 192.168.1.10.

IP publik adalah IP Address yang digunakan untuk lingkup internet, di mana pada saat penggunaannya harus diregistrasikan terlebih dahulu (ke badan penyalur IP address agar tidak terjadi bentrokan IP Address) karena IP Address ini dikenali oleh jaringan internet di seluruh dunia melewati router-routernya. Alamat-alamat ini telah ditetapkan oleh InterNIC dan berisi beberapa buah network identifier yang telah dijamin unik (artinya, tidak ada dua host yang menggunakan alamat yang sama) jika jaringan tersebut telah terhubung ke Internet.

IP publik dapat berupa statis atau dinamis. IP publik yang bersifat statis artinya IP tersebut tidak dapat berubah dan biasanya digunakan terutama untuk hosting halaman Web atau layanan di Internet. Sedangkan IP yang bersifat dinamis, artinya IP tersebut dapat berubah dan alamat IP tersebut dipilih dari sebuh pool yang tersedia. Perubahan masing-masing terjadi satu kali untuk menghubungkan ke internet yaitu ketika terjadi disconnected (jaringan terputus), maka saat menghubungkannya kembali ke internet, otomatis akan mendapat IP baru.

  • Penerapan alamat IP pada jaringan komputer
    • Sebagai identitas perangkat yang mengakses jaringan

Secara sederhana IP Address berfungsi sebagai identitas perangkat yang mengakses jaringan, sama halnya dengan nomor telepon, didunia ini tidak boleh ada nomor telepon yang sama, kenapa? Karena nomor telepon merepresentasikan atau mewakili perangkat telepon yang digunakan serta orang yang menggunakannya.

Misalnya saja nomor telepon teman Anda (sebut saja namanya Mawar) adalah 081234567890 (hanya contoh), saat Anda ingin mengirim pesan singkat (SMS, WhatsApp) atau menelepon Mawar, maka Anda akan menghubungi nomor tersebut, begitupun sebaliknya saat Anda menerima pesan singkat (SMS) atau telepon dari nomor tersebut, maka Anda akan tahu bahwa itu adalah teman Anda (Mawar). Begitupun dengan IP Address, tidak boleh ada IP Address yang sama dalam jaringan yang sama.

Catatan: Merujuk pada contoh kasus diatas, nomor telepon seseorang umumnya jarang ganti, kalaupun sering pasti tidak tiap kali menelepon ganti nomor, ya kan? Jika dalam jaringan komputer, ada perangkat (misalnya komputer) yang IP Addressnya tetap (IP Address Statis) dan ada juga IP Address Dinamis, berubah setiap kali kita terhubung ke jaringan, misalnya perangkat kita terhubung ke jaringan nirkabel (wireless) di tempat kerja, kemudian disconnect lalu terhubung kembali, IP Address host pada perangkat kita akan berbeda dengan sebelumnya (sebelum disconnect).

  • Mengidentifikasi skala jaringan yang digunakan

Penggunaan IP Address tidak sembarangan, bentuk IP Address versi 4 (IPv4) maksimal terdiri dari 12 digit dengan pemisah titik setiap 3 digit (contoh 180.235.148.14) atau hanya 6 digit (contohnya 127.0.0.1), dengan melihat IP Address sebenarnya kita dapat mengetahui seberapa besar jaringan tersebut berdasarkan alokasi IP Address yang tersedia, misalnya dengan melihat IP Address 192.168.1.100, kita akan tahu bahwa jaringan tersebut berskala kecil, hanya maksimal 254 host yang terhubung ke jaringan.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan ulasan berikut:
IP Address dibagi kedalam 5 kelas, mulai dari kelas A, B, C, D hingga E, namun kelas D dan E tidak digunakan karena bukan alamat unicast.

IP Address kelas A memiliki karakteristik sebagai berikut

Oktet pertama bernilai 1 – 126. Dan Host ID-nya adalah oktet X.Y.Z. Sehingga jumlah host yang dapat terhubung dalam satu jaringan berjumlah 256x256x256 = 16.777.216 dikurangi 2 host yang tidak digunakan (0.0.0.0 dan 127.0.0.1) = 16.777.214 host (misal komputer atau smartphone).

Catatan: 256 merupakan jumlah angka dari 0 sampai 255.

IP Address kelas B memiliki karakteristik sebagai berikut

Oktet pertama bernilai 128 – 191. Dan Host ID-nya adalah oktet Y.Z. Sehingga jumlah host yang dapat terhubung dalam satu jaringan berjumlah 256×256 = 65.536 dikurangi 2 host = 65.534 host.

IP Address kelas C memiliki karakteristik sebagai berikut

Oktet pertama bernilai 192 – 223. Dan Host ID-nya adalah oktet Z. Sehingga jumlah host yang dapat terhubung dalam satu jaringan berjumlah 256 dikurangi 2 host = 254 host.Jadi, IP Address 192.168.1.100 pada contoh diatas termasuk kelas C karena oktet awalnya berkisar antara 192 – 223.

  • Dapat digunakan untuk melacak keberadaan perangkat yang mengakses jaringan

Trik sederhana untuk mengujinya adalah dengan mengetik keyword “where is my ip” pada mesin pencari (misalnya Google), pada hasil pencarian teratas akan muncul IP Address dari perangkat yang kita gunakan (misalnya Saya menggunakan laptop dengan mengakses jaringan wireless yang bersifat public) kemudian copy IP Address tersebut lalu buka situs iplocation.net (situs iplocation.net juga biasanya muncul pada hasil pencarian Google), paste IP Address yang tadi di-copy dari hasil pencarian Google pada kolom yang tersedia kemudian tekan Enter atau klik IP Lookup, hasil pencarian cukup lengkap. Kita dapat mengetahui Negara, Provinsi, hingga Kota asal IP Address tersebut, bahkan kita dapat mengetahui Internet Service Provider (ISP) yang digunakan oleh IP Address tersebut. Beberapa IP Address terdaftar pada suatu organisasi sehingga akn muncul pada hasil pencarian, juga latitude dan longitude. Misalnya Saya yang saat ini memasukkan IP Address 36.72.135.13 di situs iplocation.net, hasil pencarian menunjukkan:

IPAddress : 36.72.135.13

Country : Indonesia

Region : WestJava

City : Sumedang

ISP : PT Telekomunikasi Indonesia

Organization : PT Telkom Indonesia

Latitude : -6.7063

Longitude : 108.5570

Percobaan selanjutnya kita akan cari tahu informasi mengenai situs dosenit.com, sebelumnya kita harus mengetahui IP Address dari situs dosenit.com, cara yang paling mudah adalah dengan membuka Command Prompt (pada Sistem Operasi Windows) atau Terminal (pada Sistem Operasi Linux) lalu ketik perintah “ping dosenit.com” dan tekan Enter, maka akan muncul IP Address dari situs dosenit.com, copy IP Address tersebut ke situe iplocation.net dan paste pada kolom yang tersedia, klik IP Locate:

IP Address : 180.235.148.14

Country : Indonesia

Region : West Java

City : Sangereng (mungkin alamat server-nya)

ISP : ARDH GLOBAL INDONESIA, PT

Organization : PT. ARDH GLOBAL INDONESIA

Latitude : -6.1781

Longitude : 106.6300

CARA MEMBUAT DATABASE DENGAN MENGGUNAKAN PERINTAH FORM WIZARD

  • Buatlah tabel terlebih dahulu, Dengan cara klik table pada menu CREAT.
  • Selanjutnya akan muncul tabel (baik tabel ke1, 2 dst), lalu klik kanan dan pilih design view.
  • Tulis nama tabel sesuai dengan yang diinginkan, lalu ok.
  • Buat atribut pada desaign view sesuai dengan entitas, contoh Entitas = Siswa, maka atribut = NIS, Nama, Nilai MTK, Bahasa Indonesia , Alamat dll.
  • Pilihan Tipe data yang sesuai dengan masing atribut, Nama= Short Text, NIS= number, Jumlah= calculated dll.
  • Selanjutnya pilih database view, isilah data pada setiap tabel atribut yang ada, lalu save.
  • Kemudian pilihlah form wizard yang terdapat pada menu CREATE dan add tabel yang dibutuhkan (boleh semua atau sebagian)
  • Pilih next dan pilih bentuk tampilan form yang ingin ditampilkan.
  • Langkah selanjutnya pilih next dan finish.
  • Isilah data siswa melalui form, kemudian simpan dengan cara ctrl+s.
  • Kembali ke tabel sebelumnya lalu tekan tombol f5.
  • Untuk menambah data maka kembali ke tabel form tekan Ctrl+, setelah itu disave dan f5 kembeli seperti cara sebelumnya.
  • Untuk mempercantik pada tampilan akhir bisa diedit dengan cata klik kanan pada tabel form lalu pilih Desigm view, pada pilihan ini dapat menambahkan gambar, tombol, baground dll.
  • Selanjutnya Klik kanan pada tabel form dan form view

CARA MEMBUAT DATABASE SEDERHANA PADA MICROSOFT ACCES DENGAN PERINTAH RELASI ANTAR TABEL DAN QUERY

  • Buatlah beberapa tabel terlebih. Dengan cara klik table pada menu CREATE.
  • Selanjutnya akan muncul tabel (baik tabel ke1, 2 dst), lalu klik kanan dan pilih design view.
  • Tulis nama tabel sesuai dengan yang diinginkan, lalu ok.
  • Buat atribut pada desaign view sesuai dengan entitas, contoh Entitas = Mahasiswa, maka atribut = NIM, Nama, Kode Makul dll.
  • Pilihan Tipe data yang sesuai dengan masing atribut, Nama= Short Text, NIM= number dll.
  • Selanjutnya pilih database view, isilah data pada setiap tabel atribut yang ada.
  • Save kemudian buatlah kembali beberapa tabel dengan cara yang sama dan memiliki primary disetiap tabel yang dibuat.
  • Selanjutnya masing- masing tabel  kita querikan, dengan cara pilih Query Design yang terdapat pada menu CREATE.
  • Add semua tabel.
  • Kemudian masukan tabel-tabel yang diperlukan untuk menghasilkan relasi yang diinginkan setelah itu jalankan dengan cara klik RUN! Akan muncul
  • Simpan dan beri nama sesuai yang diinginkan.
  • Selanjutnya untuk membuat relasi tabel pastikan semua tabel tertutup terlebih dahulu, lalu pilih relationship yang terdapat pada menu DATABASE TOOLS dan add tabel yang akan direlasikan (hubungan).
  • Pilih kolom yang akan dihubungkan pada setiap tabel lalu OK.

Bilangan Bulat

a. Bilangan Bulat
1.     Pengertian Bilangan BulatBilangan bulat terdiri dari
– bilangan asli : 1, 2, 3, …
– bilangan nol : 0
– bilangan negatif : …, -3, -2, -1
Bilangan Bulat dinotasikan dengan : B = {…, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, …}
Bilangan lain yang berada dalam bilangan bulat, di antaranya adalah bilangan:
a. Cacah : C = {0, 1, 2, 3, 4, …}
b. Ganjil : J = {1, 3, 5, 7, …}
c. Genap : G = {2, 4, 6, 8, …}
d. Cacah Kuadrat : K = {0, 1, 4, 9, …}
e. Prima : {2, 3, 5, 7, 11, …}

2. Membandingkan Bilangan Bulat
Dengan memperhatikan tempat pada garis bilangan, dapat kita nyatakan (dalam contoh) bahwa :
a. 9 > 6, karena 9 terletak di sebelah kanan 6,
b. (-4) < 2, karena (-4) terletak di sebelah kiri 2, dan lain sebagainya.

3. Penjumlahan dan Sifatnya
 Rumus penting :

a + (-b) = a – b

Contoh : 5 + (-9) = 5 – 9 = -4
Sifat-sifatnya :
a. Komutatif :a + b = b + a

b. Asosiatif :(a + b) + c = a + (b + c)

c. Tertutup :

d. Memiliki identitas :

e. Invers penjumlahan :

4. Pengurangan
Pengurangan merupakan lawan (invers) dari penjumlahan.
Rumus :

Contoh : 6 – (-3) = 6 + 3 = 9

5. Perkalian dan Sifatnya
contoh :
3 x (-2) = (-2) + (-2) + (-2)

Sifat-sifat :

6. Pembagian

Pembagian adalah kebalikan (invers) dari perkalian.
Rumus :

7. Perpangkatan dan Sifat

8. Akar Pangkat Dua dan Akar Pangkat Tiga

Kasir Sederhana dengan Program C++

#include<iostream>

using namespace std;
int main ()

{
int kode,pri,jml,tot,byr,kbl;
char mad;
do
{
cout<<” Pondok Makan Pantang Kenyang “<<endl;
cout<<” PEMADAM KELAPARAN “<<endl;
cout<<” Gurih Manis Sedap Seleraa “<<endl;

cout<<“Jl. Buntu No.01 “<<endl;
cout<<“============================================”<<endl;
cout<<“”<<endl;

cout<<“Menu Makanan Harga”<<endl;
cout<<“1. AYAM GORENG Rp. 10.000″<<endl;
cout<<“2. NASI GORENG Rp. 8.000″<<endl;
cout<<“3. MIE PANGSIT Rp. 10.000″<<endl;
cout<<“4. AYAM LALAPAN + NASI Rp. 12.000″<<endl;
cout<<“5. NASI CAMPUR Rp. 8.000″<<endl;
cout<<“6. JUS JERUK Rp. 6.000″<<endl

cout<<“7. AIR GELAS Rp. 500″<<endl;
cout<<‘\n'<<“MASUKKAN PILIHAN ANDA :”;

cin>>kode;
switch (kode)

{

case 1:
cout<<‘\n'<<“AYAM GORENG”<>jml;
tot=prijml; cout<<“Total harganya yaitu : Rp. “<>byr; kbl=byr-tot; cout<<“KEMBALI : Rp. “<>mad; break; case 2: cout<<‘\n'<<“NASI GORENG”<>jml; tot=prijml;
cout<<“Total harganya yaitu : Rp. “<>byr;
kbl=byr-tot;
cout<<“KEMBALI : Rp. “<>mad;
break;
case 3:
cout<<‘\n'<<“MIE PANGSIT”<>jml;
tot=prijml; cout<<“Total harganya yaitu : Rp. “<>byr; kbl=byr-tot; cout<<“KEMBALI : Rp. “<>mad; break; case 4: cout<<‘\n'<<“AYAM LALAPAN + NASI”<>jml; tot=prijml;
cout<<“Total harganya yaitu : Rp. “<>byr;
kbl=byr-tot;
cout<<“KEMBALI : Rp. “<>mad;
break;
case 5:
cout<<‘\n'<<“NASI CAMPUR”<>jml;
tot=prijml; cout<<“Total harganya yaitu : Rp. “<>byr; kbl=byr-tot; cout<<“KEMBALI : Rp. “<>mad; break; case 6: cout<<‘\n'<<“JUS JERUK”<>jml; tot=prijml;
cout<<“Total harganya yaitu : Rp. “<>byr;
kbl=byr-tot;
cout<<“KEMBALI : Rp. “<>mad;
break;
case 7:
cout<<‘\n'<<“AIR GELAS”<>jml;
tot=pri*jml;
cout<<“Total harganya yaitu : Rp. “<>byr;
kbl=byr-tot;
cout<<“KEMBALI : Rp. “<>mad;
break;
default:
cout<<“Kode yang anda masukkan tidak ada”;
}
}
while (mad/=’Y’);
cout<<“Terimah Kasih Atas Kunjungan Anda di Pondok Makan Pantang Krnyang”;
return 0;
}

Mencari Luas Permukaan Kerucut Dengan Program C++

#include <iostream>

using namespace std;
/* run this program using the console pauser or add your own getch, system(“pause”) or input loop */

int main(int argc, char** argv) {

cout<<“Menu Menghitung Luas Permukaan Kerucut”<<endl;

int jari,s;
float pi, ls;
pi=3.14;
cout<<“Masukan Jari-jari : “;cin>>jari;
cout<<“Masukan garis pelukis : “;cin>>s;
ls=pijari(jari+s);
cout<<“Luas Permukaan kerucut : “<<ls;

return 0;
}

Program C++ Mencari Volume Kerucut

#include <iostream>

using namespace std;

int main()
{
char nama[100] = “Adib Zaki”;
float r;
float t;
float v;

cout<<"Program Menghitung Volume Kerucut";
cout<<"\n\nDibuat Oleh : "; cout<<nama;

cout<<"\n\nMasukkan nilai jari-jari : "; cin>>r;
cout<<"Anda telah memasukkan nilai "; cout<<r; cout<<" sebagai jari-jari";

cout<<"\n\nMasukkan nilai tinggi\t : "; cin>>t;
cout<<"Anda telah memasukkan nilai "; cout<<t; cout<<" sebagai tinggi";

v = (3.14 * r * r * t)/3;
cout<<"\n\nVolume kerucut adalah "; cout<<v; cout<<" cm3.";
return 0;

}